Rabu, 09 Januari 2013

SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW. DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN


Nabi Muhammad saw. adalah manusia piliahan Allah SWT. Sejak lahir telah nampak pada diri beliau keistimewaan dan keajaiban, diantaranya adalah beliau lahir dalam kondisi telah berkhitan dan tali pusarnya telah terputus, sehingga kelahiran Nabi Muhammad saw. sangat menggemparkan dunia.
Dibalik keajaiban itu terdapat banyak ujian dan cobaan yang harus beliau jalani, diantaranya menjadi yatim piatu, sehingga beliau benar-benar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kakek beliau meninggal dunia, beliau tinggal dengan paman beliau, Abu Thalib yang miskin. Dalam usia yang masih tergolong anak-anak, beliau harus sudah bekerja keras untuk bertahan hidup, beliau menggembala kambing milik pamannya dan kambing milik penduduk Mekkah.
Dibalik penggembalaannya, Allah SWT. benar-benar ingin menguji seseorang yang kelak akan diangkat sebagai Nabi dan Rasul. Saat menggembala, beliau merenung dan berpikir, yang menyebabkan beliau jauh dari pemikiran duniawi dan terhindar dari noda yang merusak namanya. Sejak muda, beliau sudah terkenal sebagai orang yang terpercaya. Ketika Nabi Muhammad saw. berusia 12 tahun,
Abu Thalib mengajak beliau untuk berdagang ke Negri Syam (Syiria). Sekalipun hanya ikut membantu pamannya, Nabi Muhammad saw. sangat bersemangat dan tekun. Ia belajar bagaimana cara berdagang dan melayani para pembeli dengan baik. Sikapnya yang sopan dan ramah membuat masyarakat disekitar Negeri Syam tertarik.
Ketika Nabi Muhammad saw. menginjak dewasa, yaitu 25 tahu, beliau kembali berdagang ke Negeri Syam. Namun dalam perjalanannya kali ini, beliau tidak lagi ditemani oleh pamannya. Kali ini, beliau dipercaya untuk menjual barang dagangan milik Khadijah, seorang janda kaya raya yang amat disegani oleh masyarakat Arab ketika itu. Alasan Khadijah menyerahkan barang dagangan kepada beliau yaitu karena Khadijah telah mendengar kebaikan, kejujuran, dan keuletan Nabi.
Dalam berdagang.dalam perjalanan ke Negeri Syam,  Nabi Muhammad ditemani oleh seorang pembantu yang bernama Maisarah. Maisarah adalah seorang laki-laki kepercayaan Khadijah yang sangat berpengalaman dalam berdagang. Atas bantuan Maisarah, Nabi Muhammad saw. tidak mengalami kesusahan untuk berjualan di Negeri Syam.
Dalam perdagangan bersama Maisarah, Nabi saw. mendapatkan keuntungan yang besar. Hal ini ia dapatkan karena selama berdagang ia sangat tekun, jujur, ramah, dan murah senyum kepada para pembeli yang datang.
Nabi Muhammad saw. tidak pernah membohongi pembeli. Jika ada barang yang cacat, maka beliau menunjukkan kecacatannya. Jika barang tersebut berharga murah, maka beliau tidak akan menjual dengan harga yang mahal. Jika barang itu banyak, maka beliau tidak pernah menimbun barang tersebut agar mendapat keuntungan yang lebih besar. Beliau memberitahukan harga jual yang telah ditentukan oleh majikannya. Beliau akan mengatakannya dengan jujur, sehingga pembeli tertarik untuk membeli barang dagangannya.
Karena kejujurannya dan kepandaian beliau dalam berbisnis, beliau mendapatkan laba yang sangat besar dan Khadijah tertarik ingin melamarnya. Kemudian Nabi Muhammad saw. yang berusia 25 tahun menikah dengan Khadijah yang berusia 40 tahun. Dari perkawinan ini, beliau dikaruniai 6 orang anak.
Demikianlah kisah Nabi Muhammad saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan. Sebagai umatnya, kita harus meneladani beliau. Dikala muad, beliau sudah mencari nafkah untuk hidupnya sendiri, beliau menggembala kambing dan berdagang untuk memenuhi kebutuhannya. Keuletan, kejujuran, dan keramah-tamahan beliau sudah seharusnya kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.

3 komentar:

  1. thank youu sudah dipostkan...!!! sangat membantu tugas sayaa.. \(^-^)/

    BalasHapus
  2. biar blog bisa dibaca semua org gimana cranya? ohya mampir ke blog ini miladitakhotimah.blogspot.com :) makasih

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus